ARAH DAN TUJUAN

TULISAN INI SEBAGAI PADUAN PEMBELAJARAN DALAM DUNIA PERTANIAN. BOLEH DI COPY SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI RUMAH. WALAU SEMUA BUKAN HASIL TULISAN SAYA ALIAS MENGAMBAIL DARI BERBAGAI SUMBER, NAMUN DISINI TUJUAN UTAMA SAYA ADALAH BERBAGI. SAYA SANGAT PEDULI DENGAN DUNIA PERTANIAN, SEHINGGA SAYA BUAT BLOG KHUSUS MENGENAI PERTANIAN

Wednesday, 6 February 2013

PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN PERTANIAN


BAB I
PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN PERTANIAN
Pertanian : suatu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Pertanian dalam arti sempit dinamakan pertanian rakyat sedangkan pertanian dalam arti luas meliputi pertanian dalam arti sempit, kehutanan, perternakan, dan perikanan.
Ilmu pertanian sekarang sudah berkembang menjadi ilmu pertanian yang sangat luas, tidak hanya mempelajari pengelolaan ternak dan ilmu perikanan tidak hanya mempelajari pengelolaan ikan dan hewan air lainnya, oleh karna itu, ketiga ilmu tersebut termasuk ilmu pertanian  dalam arti luas, sedangkan ilmu yang hanya mempelajari pengelolaan tanaman biasa disebut ilmu pertanian dalam arti terbatas
PEMBURU DAN PENGUMPUL
¡  Manusia pengumpul makanan dan pemburu di asia tenggara dalam hal ini berarti  mereka tidak menetap lama pada suatu tempat. Tempat hidup mereka umumnya di gua atau lubang-lubang di kaki tebing batu. Biasanya mereka makan dedaunan, bunga, biji, buah, kulit, umbi, dan akar tanaman. Pengetahuan untuk menghilangkan racun dari bahan makanan serta secara mengawetkan juga banyak dimiliki oleh para pengembara tersebut

PERTANIAN
PRIMITIF ,TRADISIONAL DAN MODERN
¡  Primitif : penggunaan lahan sering berpindah-pindah (huma/shifting cultivation).
¡  Tradisional :penggunaan lahan menetap,dan bersifat menerima apa adanya yang diberikan alam.
¡  Modern: penggunaan lahan Menetap, serta mempunyai pemikiran didalam pengembangan  disemua faktor yang mempengaruhi pertubuhan tanaman dan hewan.

BAB II
UNSUR-UNSUR DAN CIRI-CIRI PERTANIAN

 

















Sifat-sifat proses produksi biologi dalam pertanian:
  • Pertanian Memerlukan Tempat Yang Tersebar Luas 
  • Jenis Usahatani dan potensi produksi pertanian berbeda dari satu tempat ke lain tempat
  • Kegiatan dan Produksi Pertanian Bersifat Musim
  • Suatu Perubahan dalam Suatu Tindakan Memerlukan Perubahan Juga dalam Hal Lain
  • Pertanian Modern Selalu Berubah


PETANI
  • Petani Sebagai Penggarap
  • Petani Sebagai Manajer
  • Petani Sebagai Manusia

Skema Semua Hubungan Semua Faktor yang Mempengaruhi Tumbuhan Sampai Memberikan Produksi Secara Alami













SKEMA FACTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PROSES PRAPANEN DAN PASCAPANEN














BAB   III
Pertanian, Usahatani, dan Pembangunan Usahatani
Mosher (1981) menyatakan bahwa pertanian adalah sejenis proses produksi khas yang didasarkan proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Para petani mengatur dan menggiatkan pertumbuhan tanaman dan hewan itu dalam usaha taninya(farm). Kegiatan produksi di dalam setiap usahatani merupakan suatu kegiatan usaha(business), sedangkan biaya dan penerimaan merupakan aspek-aspek penting

Hernanto (1991), usahatani di artikan kesatuan organisasi antara kereja, modal, dan pengelolaan yang di tunjukkan untuk memperoleh produksi di lapangan pertanian
Soeharjo (1993) menyatakan ada empat hal yang perlu diperhatikan untuk pembinaan usahatani.
1. organisasi usahatani yang di fokuskan pada pengelolaan unsur-unsur produksi dan tujuan usahanya.
2.  pola pemilikan tanah usahatani.
3.  kerja usahatani yang difokuskan pada distribusi kerja dan pengangguran dalam usahatani.
4.  modal usahatani yang difokuskan pada proporsi dan sumber modal petani.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap usahatani itu dapat digolongkan dalam dua hal sebagai berikut
}  Faktor dari alam (internal) usahatani:
       petani pengelola (individu petani)
       tanah tempat usahatani,
       tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani,
       modal yang dibutuhkan dalam usahatani,
       kemampuan petani dalam mengalokasikan penerimaan keluarga, dan
       jumlah anggota keluarga

}  Faktor dari luar (eksternal) usahatani:
       tersedianya sarana transportasi dan komunikasi,
       aspek-aspek yang menyangkut pemasaran hasil dan bahan usahatani (harga hasi, harga saprodi, dan lain-lain),
       fasilitas kredit, dan
       sarana penyuluhan bagi petani.

}  Mosher ( 1984:79) menyebutkan syarat syarat pokok yang di maksudkan fasilitas dan jasa ( services ) yang harus tersedia bagi para petani jika pertaniannya hendak di kembangkan ke taraf yang lebih baik adalah :
1. pasaran/pasar untuk hasil hasil untuk pertanian,
2. teknologi yangselalu berubah ,
3. tersedianya sarana produksi dan peralatan secara local
4. peransang (insetf) pruduksi bagi petani, dan
5. pengangkutan/transportasi


BAB  IV
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI
DALAM MENDUKUNG DIVERSIFIKASI PERTANIAN
 
Deversifikasi pertanian adalah upaya upaya untuk mengembangkan atau menganekaragamkan usahatani (mengusahakan beberapa jenis usahatani serta mengembangkan produksi pokok menjadi beberapa produk baru).
Atau
Divesifikasi pertanian, yaitu sebagai suatu usaha yang kompleks dan luas untuk meningkatkan perekonomian pertanian melalui upaya penganekaragaman komoditas pada sub-sistem produksi, konsumsi, dan distribusi pada tingkat usaha tani regional maupun nasional


DIVERSIFIKASI
       Sumodiningrat (1990) :
       Sisi penawaran atau sisi produksi yaitu menghasilkan barang( Produk ) yang lebih beragam dengan sumber daya dan sumber dana tertentu.
       Sisi permintaan atau sisi konsumsi yaitu penganekaragaman pemenuhan kebutuhan terhadap komoditas pertanian

       Diversifikasi dapat di bedakan dalam tiga hal, yaitu diversifikasi horizontal, vertikal, dan regional :
DIVERSIFIKASI HORIZONTAL
Diversifikasi tingkat petani produsen
Diartikan sebagai penganekaragaman produksi di dalam suatu sistem usahatani dengan tujuan memanfaatkan petani untuk memperoleh pendapatan tertentu di samping pemanfaatan sumber daya petani yang ada secara optimal, upaya itu juga mengurangi ketergantungan petani terhadap satu macam produk atau tanaman yang pada gilirannya mengurangi risiko panen.

DIVERSIFIKASI VERTIKAL
Diversifikasi tingkat perusahaan atau pengolahan produk pertanian
       Diartikan cara mendaya gunakan hasil sehingga meningkatkan mutu dan nilai tambah produk pertanian. Diversifikasi semacam itu berkaitan dengan penyimpanan, pengolahan, dan pengawetan produk sehingga dapat digunakan oleh sektor lain dan lebih berdaya guna.

DIVERSIFIKASI REGIONAL
Penganekaragaman yang berkaitan dengan kemampuan suatu daerah dalam menghasilkan produk pertanian yang di sesuaikan dengan keadaan iklim, agronomi, serta daya dukung masyarakat dan daerah setempat.
Arah diversifikasi ini umumnya menggunakan prinsip keunggulan komparatif ( Comparative advantage ), yaitu keunggulan potensi suatu produk di suatu daerah di bandingkan dengan potensi suatu produk di daerah-daerah yang lain

FAKTOR PENDORONG DIVERSIFIKASI PERTANIAN
       Meningkatnya kemakmuran
       Perkembangan produk dan konsumsi pangan
       Swasembada Beras dan Insentif Kepada Petani
       Produksi dan Ketahanan Pangan

BAB V
PEMBANGUNAN PERTANIAN
DAN USAHATANI
Dalam pembangunan pertanian, masalah penting tentang usahatani adalah merombak usahatani dalam arti luas dan pengaturannya agar dapat menggunakan metode berusahatani secara baik, benar, dan efisien
Bentuk usahatani pertanian primitive yang di anggap lebih efisien antara lain:
  1. pemetaan dan registrasi hak pemilik tanah,
  2. pemagaran tanah untuk mencegah
  3. pengambilan  tanah sewenang-wenang,
  4. konsolidasi yang terpancar pancar,
  5. distribusi tanah untuk mendapatkan suatu manajemen yang efisien, dan  mengubah syarat-syarat penyakapan

Pertanian dalam arti luas mencakup
(1) pertanian rakyat atau pertanian dalam arti sempit , (2) perkebunan ,(3) kehutanan (4) peternakan (5) perikanan
  • Pertanian rakyat yaitu usaha pertanian rakyat yaitu usaha pertanian keluarga yang memproduksi bahan makan utama,seperti beras,palawija (jagung,kacang-kacangan, dan ubi-ubian),dan tanaman hortikultura yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.

PERKEBUNAN
Perkebunan atau plantation tidak hanya dikenal di Indonesia,tetapi juga di negara lain. Pada umumnya, perkebunan terdapat didaerah bermusim panas di dekat khatulistiwa. Oleh karena menggunakan sistem menajemen seperti pada perusahan industri dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian dari teknologi terbaru,maka perkebunan sering pula disebut industri perkebunan atau industri pertanian.

HUTAN
  • Hutan di indonesia yang diperkirakan luasnya lebih dari 120 juta hektar dikategorikan berdasarkan rencana peruntukan kedalam beberapa hal berikut.
  • Hutan lindung yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap tanah,tata air,iklim,serta lingkungnya.
  • Huta suaka alam yang berfungsi memberikan perlindungan terhadap binatang,untuk keperluan pengetahuan, dan kebudayan.
  • Hutan produksi yaitu hutan hutan yang memberikan manfaat produksi kayu dan hasil hutan yang lain berdasarkan prinsip-prinsip pengelolahan hutan yang berlaku yang mengenal prinsip kekekalan hasil.


PETERNAKAN
Dilihat dari pola pemeliharaannya,peternakan di indonesia dapat dibagi menjadi tiga kelompok seperti berikut.
  • Peternakan Rakyat dengan cara pemeliharaan tradisional
  • Peternakan Rakyat dengan Cara Pemeliharaan yang Semikomersil
  • Peternak Komersil

PERIKANAN
  • Yang di maksudkan dengan perikanan ialah segala usaha penangkapan budi daya ikan serta pengolahan sampai pada pemasaran hasilnya. 
  • Sedangkan, yang di maksud sumber perikanan ialah binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di perairan, baik darat maupun laut.

SECARA EKONOMI
pertanian di bagi dua:
  • yaitu pertanian rakyat terutama bersifat subsisten (tidak semata-mata bersifat komersial)
  • dan yang bersifat komersial dengan tujuan semata-mata untuk pasar.

SECARA TEKNIS
  • Pertama, pertanian dengan proses pengambilan hasil yang bersifat ekstraktif yaitu mengambil hasil dari alam dan tanah tanpa usaha untuk mengembalikan sebagian hasil tersebut untuk keperluan pengambilan pada kemudian hari. Kedua, adalah yang bersifat generatif,yaitu pertanian yang memerlukan usaha pembibitan untuk pembenihan, pengelolahan, pemeliharaan, pemupukan, dan lain-lain, baik untuk tanaman maupun untuk hewan

PANCA USAHATANI
  1. Penggunaan bibit varietas unggul.
  2. Mengusahakan kultur teknik
  •          Rotasi tanaman
  •          Tumpang sari,
3.   Proteksi tanaman
  1. Penggunaan Pupuk
  2. Pengairan

  • Berdasarkan cara orang mengatur pertanamannya  ada dua kelompok multiple cropping, Yaitu  :
  • penataan berganda secara tunggal (monokultur)
  • dan penataan berganda secara campuran (catch cropping).

Penataan Pertanaman Sela
  • tumpang sari (Intertcropping)
  • tanaman sela (Interplanting)
  • tanaman sela budidaya (Interculture)
  • tanam sisipan (Relay planting)


BAB VI
Pengembangan Alat dan Mesin Pertanian
Kegiatan-kegiatan mendasar yang perlu dilakukan sekaligus menjadi orientasi baru dalam pembangunan pertanian diantaranya adalah:

¨  Perencanaan yang terpusat/sentralisasi menjadi desentralisasi,
¨  Pendekatan komoditas menjadi pendekatan sumber daya,
¨  Orientasi pendapatan menjadi kesejahteraan,
¨  Orientasi pertanian skala subsistem menjadi skala komersial,
¨  Peningkatan produktivitas sumber daya manusia melalui peningkatan peranan alat dan mesin pertanian,
¨  Penanganan komoditas primer perlu ditingkatkan nilai tambahnya,
¨  Peningkatan pendayagunaan potensi sumber daya di Kawasan Timur Indonesia agar serasi dengan di Kawasan Barat Indonesia,
¨  Mendorong potensi sumber pertumbuhan masing-masing subsektor agar dapat bersaing dan berorientasi pasar (ekspor), dan
¨  Peranan/keikutsertaan masyarakat akan lebih diaktifkan di samping tetap menjaga peran pemerintah untuk menciptakan iklim berusaha.

KERAGAAN DAN KENDALA PENGEMBANGAN ALSINTAN
¨  Aspek Kebutuhan Petani dalam Usahatani
¨  Aspek Bengkel/Industri Alsintan
¨  Aspek Wujud Alsintan
¨  Aspek Pengawasan dan Pengendalian Mutu Standar

KEBIJAKSANAAN PENGEMBANGAN ALSINTAN
¨  Prastawa dkk. (1991) pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) hendaknya mempertimbangkan
¨  (1) jenis alat dan mesin yang akan dikembangkan,
¨  (2) partisipasi petani/pemakai,
¨  (3) dukungan suku cadang, dan
¨  (4) standard dan mutu alat/mesin

PELUANG PENGEMBANGAN ALSINTAN
¨  Upaya Peningkatan Efisiensi dan Produktifitas
¨  Upaya Peningkatan Nilai Tambah Hasil Pertanian
¨  Upaya Pengendalian Limbah dan Pemanfaatannya


BAB 7
KEGIATAN PASCA PANEN
Periode pasca panen dimulai dari saat panen, yaitu pengambilan tanaman atau bagian tanaman yang dianggap sebagai produk tersebut habis dikonsumsi atau dijual.
Pengolaan faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan dan penjualan produk itu akan menentukan kepuasan yang akan dapat dicapai dari produk pertanian tersebut

PENGOLAHAN DAN PEYIMPANAN
  Produk pertanian yang cepat rusak setelah dipanen dan kalaupun terlambat juga merugikan, maka sesudah panen perlu segera dilanjutkan dengan pengolahan.
  Pengolahan juga dilakukan terhadap produk pertanian yang berlebihan pada waktu panen untuk mencegah merosotnya harga jual agar dapat lebih lama disimpan untuk diubah menjadi untuk produk lain yang mempunyai nilai tambah

  Setelah mengalami pengolahan, produk olahan tersebut mempunyai nilai tambah bila dipasarkan. Akan tetapi, produk olahan tersebut tidak selalu langsung dipasarkan apabila harga pasar dirasa masih belum cukup tinggi sehingga waktu penyimpanan perlu diperpanjang.
  Produk olahan dari pabrik umumnya dapat disimpan jauh lebih lama tanpa menurunkan kualitasnya. Produk olahan yang bukan dari pabrik lebih memerlukan banyak perhatian terhadap faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyimpanannya.

  Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyimpanan produk pertanian yang sudah mengalami pengolahan,   apalagi yang hanya mengalami pembersihan dan pengeringan ialah suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara ruang simpan, serta kebersihan dan keamanan ruang simpan dalam hubungannya dengan kemungkinan terjadinya serangan hama dan penaykit pascapanen. Produk yang disimpan perlu diperhatikan kebersihan dan kandungan airnya. Produk tersebut harus bersih dari sumber hama dan penyakit yang dapat menyerang selama penyimpanan dan kadar airnya harus cukup rendah untuk menghindari kemungkinan tumbuhnya jamur.

BAB VIII
STRATEGI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN AGROBISNIS
       strateginya menjadi proses pembangunan yang berwawasan agrobisnis yang kompetitif dan secara sistemis dirancang untuk bermuara pada kesejahteraan yang adil dan merata.

TANTANGAN, PELUANG DAN PROSPEK PERKEMBANGAN AGROBISNIS
Setrategi pembangunan pertanian yang berwawasan agrobisnis merupakan upaya sistemis yang ampuh dalam mencapai beberapa tujuan ganda sebagai berikut:
  1. menarik dan mendorong sektor pertanian .
  2. menciptakan struktur perekonomian yang tangguh, efisien, dan fleksibel.
  3. menciptakan nilai tambah .
  4. meningkatkan penerimaan devisa .
  5. menciptakan lapangan kerja .
  6. memperbaiki pembagian pendapatan

       Beberapa faktor strategis yang terkait dengan keandalan tatanan agrobisnis/agroindustri yang dikembangkan itu adalah :
       (1).lingkungan strategis
       (2) permintaan
       (3) sumber daya
       (4) ilmu pengetahuan dan teknologi


       Agrobisnis adalah pertanian yang organisasi dan menejemennya secara resional di rancang untuk mendapatkan nilai Tambah komersial yang maksimal dengan menghasilkan barang jasa/atau yang diminta pasar.

Wawasan agrobisnis
cara pandang terhadap pertanian sebagai lapangan usaha dan lapangan kerja yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi permintaan pasar dengan tujuan untuk memperoleh nilai tambah yang maksimal secara kompetitif.

       Secara konsepsional,
       sistem agrobisnis dapat di artikan sebagai semua aktifitas,  mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang di hasilkan oleh usaha tani dan agroindustri yang saling terkait satu sama lain.

sistem agrobisnis merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai subsistem berikut
       1. Subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi,teknologi,dan pengembangan sumber daya pertanian.
       2.            Subsistem budi daya atau usahatani.
       3.            Subsistem pengolahan hasil pertanian atau agroindustri.
       4.            Subsistem pemasaran hasil pertanian.
       5.            Subsistem prasarana.
       6.            Subsistem pembinaan

AGROINDUSTRI
       semua kegiatan industri yang terkait erat dengan kegiatan pertanian.
       Agroindustri mencakup beberapa kegiatan antara lain sebagai berikut :
       Industri pengolahan hasil pertanian dalan bentuk setengah jadi dan produk akhir seperti industri minyak kelapa sawit, industri pengolahan karet, dan industri pengalengan ikan.
       Industri penanganan hasil pertanian segera, seperti industri pembekuan ikan, dan industri penanganan bunga segar.
       Industri pengadaan sarana produksi pertanian seperti pupuk, pestisida dan bibit.
       Industri pengadaan alat-alat pertanian dan agroindustri lainnya, seperti industri traktor pertanian, industri perontok, dan industri mesin pengolah minyak sawit.

       KENDALA-KENDALA AGROINDUSTRI
  1. surplus produksi
  2. peningkatan penduduk di pedesaan
  3. perkembangan globalisasi perekonomian yang terus bergulir
  4. adanya keterbatasan dalam ketersediaan SDM
  5. keterbatasan teknologi
  6. infrastruktur dan kelembagaan
  7. kendala-kendala yang bersifat sosial budaya bahkan politik

BAB IX
TATA NIAGA PERTANIAN

(Pemasaran Pertanian)
ARTI DAN FUNGSI TATA NIAGA (PEMASARAN)
Segala usaha yang menimbulkan perpindahan hak milik atas barang-barang serta pemeliharaan penyebarannya disebut pemasaran

Fungsi-Fungsi Pertukaran
       Semua tindakan untuk memperlancar pemindahan hak milik atas barang dan jasa.
       Fungsi pertukaran terdiri atas
        (1) fungsi penjualan dan
       (2) fungsi pembelian.
       Fungsi-Fungsi Fisik
       Semua tindakan atau perlakuan terhadap barang sehingga memperoleh kegunaan tempat dan waktu.


Fungsi-Fungsi Fasilitas.
       Semua tindakan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan fungsi-fungsi pertukaran dan fisik
       A. Fungsi standardisasi dan grading
       B. Fungsi penanggungan risiko 
       C. Fungsi pembiayaan

       SALURAN DAN LEMBAGA TATA NIAGA
       Saluran pemasaran dapat berbentuk sederhana dan dapat pula rumit sekali. Hal demikian tergantung kepada macam komoditi lembaga pemasaran dan sistem pasar.


Biaya pemasaran
       adalah biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pemasaran. Biaya pemasaran meliputi biaya angkut, biaya pengeringan, pungutan restribusi, dan lain-lain. Besarnya biaya pemasaran berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan itu disebabkan oleh hal-hal berikut.
       Macam komoditi
       Lokasi pemasaran
       Macam lembaga pemasaran dan efektivitas pema­saran yang dilakukan

Keuntungan
       Selisih harga yang dibayarkan ke produsen dan harga yang diberikan oleh konsumen disebut keuntungan pemasaran atau marketing margin
Efisiensi Pemasaran
       Konsep efisiensi pemasaran sangat luas dan tampaknya belum ada definisi pasti yang menyebutkan apakah efisiensi pemasaran tersebut. Menurut Shepherd (1962), efisiensi pe­masaran adalah nisbah antara total biaya dengan total nilai produk yang dipasarkan

PROSPEK PASAR
       Pendeteksian
        a.  Analisis Konsumen
        b.  Analisis Pesaing
        c.  Strategi Pemasaran.
        d.  Peramalan permintaan

Pendeteksian Prospek Pasar
       Prospek pasar dapat dideteksi dengan mengetahui keadaan pasar. Pasar berarti sekumpulan pembeli yang potensial atau pembeli yang sesungguhnya.
       Pasar dibagi menjadi lima macam berdasarkan konsumennya. 
       1. pasar konsumen (dari petani ke ibu rupiah tangga), pasar industri, pasar penjualan kembali (misalnya pasar swalayan dan pasar induk), pasar pemerintah (yang dikendalikan pemerintah), dan pasar internasional (ekspor).





No comments:

Post a Comment